Ritual Bersih Dusun Dalam Perspektif Moderasi Beragama

Kajian Pada Masyarakat Dusun Dologan

Authors

  • Girlnanda Yansi Talenta Universitas Sebelas Maret
  • Titis Srimuda Pitana Universitas Sebelas Maret
  • Warto Warto Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.37329/kamaya.v9i4.5695

Keywords:

Bersih Dusun, Religious Moderation, Symbols

Abstract

This study aims to analyze the noble values embedded in the Bersih Dusun tradition in Dologan Hamlet, Jendi Village, Girimarto District, Wonogiri Regency, as social capital for promoting religious moderation. This study employed a qualitative method with a descriptive-interpretative approach. Data were collected through observations of the Bersih Dusun procession, in-depth interviews with religious leaders, community leaders, tradition practitioners, and residents involved in the implementation of the tradition, as well as a literature review. Informants were selected purposively based on their involvement in and knowledge of the Bersih Dusun tradition. The data were analyzed interpretatively using Roland Barthes' semiotic approach to uncover the denotative, connotative, and mythological meanings embedded in the symbols, objects, and ritual practices of Bersih Dusun. The findings indicate that the Bersih Dusun tradition embodies the values of tolerance, mutual cooperation, togetherness, and interfaith harmony, as reflected in the involvement of people from different religious backgrounds in the preparation, implementation, and social activities associated with the tradition. The ritual symbols not only represent respect for ancestral heritage but also convey social meanings of togetherness, balance, and acceptance of differences. Such collective participation creates a space for social interaction that strengthens relationships among community members, reduces potential tensions, and contributes to the development of a harmonious social life. Thus, Bersih Dusun can be regarded as a form of local wisdom that contributes to strengthening religious moderation through the practices of tolerance, mutual cooperation, and interfaith harmony within a pluralistic society.

References

Abror, M. (2020). Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi: Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 143-155.

Arifin, A. Z. (2024). Agama Dan Kearifan Lokal: Peran Tradisi Bersih Desa Dalam Membangun Hubungan Antar Umat Beragama Di Kediri. Indonesian Journal of Humanities And Social Sciences, 5(1), 243-256.

Astri, H. (2011). Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Penguatan Kearifan Lokal. ASPIRASI: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 2(2), 151-162.

Effelina, C. D., Pratiwi, D. R., & Anggitia, P. T. (2014). Representasi Etika Jawa Dalam Tari Gambyong Pareanom: Studi Pesan Komunikasi Media Tradisional Dengan Menafsirkan Simbol-Simbol Gambyong Pareanom Menggunakan Analisis Semiologi Komunikasi. Jurnal Komunitas, 3(2), 35-44.

Ferianto, A. E., Widodo, W., & Istiq, N. (2024). Tradisi Bersih Desa Dan Sedekah Bumi Desa Sindurejo. Journal of Contemporary Issues in Primary Education, 2(2), 115-121.

Hidayat, H. (2021). Simbol Agama Dalam Realita Islam Dan Kristen. Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, 7(1), 61-73.

Isang, N., & Dalmasius, S. (2021). Mengembangkan Moderasi Beragama Berorientasi Pada Kearifan Lokal Dayak Bahau Bateq. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 5(2), 98-111.

Jaenuri, J. (2024). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Moderasi Beragama Dalam Tradisi Bersih Desa Tanjung Sari di Dlimas Klaten. INCARE: International Journal of Educational Resources, 5(4), 472-486.

Kartikasari, F. I., Widiatmoko, S., & Budianto, A. (2023). Tradisi Upacara Bersih Desa Di Desa Mojokambang Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang Tahun 2023. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 92-99.

Koentjaraningrat, K. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Krisnasari, B. (2023). Pemujaan Dewi Sri: Pengaruh Tanggapan Sosial Terhadap Seni Pertunjukan Ritual Masyarakat. JOGED: Jurnal Seni Tari, 21(1), 33-48.

Lubis, F. M., Rizky, M. F., Khairiansyah, K., Hasibuan, F., Padilah, F., Laila, N., Atikah, R., Nasution, R., & Kartika, E. Y. (2025). Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi Masyarakat Jorong Siduampan. Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 1(2), 265-271.

Mas’ud, F., Benu, A., Loo, W. R., Angul, K. D., Bria, E. A. A., Soemowinoto, S. R., & Nafa, A. S. (2025). Multikulturalisme di Indonesia: Analisis Toleransi Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat Beragam. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 280-292.

Minto, S. K., Dewi, M. P., & Marjianto, M. (2020). Makna Simbolik Ritual Selamatan Methik Pari Dalam Pandangan Agama Buddha di Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(1), 32-44.

Prasetiyanto, T. Y. T., & Nugroho, S. (2025). Dèwi Sri Kedu Temanggungan: Analisis Sanggit Lakon Dan Makna Simbolisme. Panggung, 35(4), 568-583.

Prasetyaningrum, N. D. Y., Efendi, A., Widiatmi, T., & Deswijaya, R. A. (2026). Makna Sesajen Dalam Ritual Nyekar Makam Kyai Langsur di Dusun Klurahan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 96-106.

Pratiwi, A. R. (2025). Makna Simbolik Mantra Ujub-Ujub Dan Uborampe Dalam Tradisi Metri: Kajian Semiotika Peirce. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 26(1), 97-109.

Sampeasang, A. K. (2021). Ritual Ma’ta’da: Makna Ritual Ma’ta’da Dalam Kehidupan Masyarakat Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Di Jemaat. KINAA: Jurnal Teologi, 6(2), 24-36.

Sunardi, S. (2023). Makna Lakon Sri Mulih Dalam Pertunjukan Wayang Relevansinya Dengan Ketahanan Pangan. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(3), 19-30.

Zahrah, A. F., Mukaromah, S., & Mubin, N. (2025). Sekaten Sebagai Simbol Keberagaman Islam Nusantara: Kajian Tentang Tradisi, Ritual, Dan Nilai Aswaja. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(7), 1-16

Zamroji, N., Rosyadi, Z., Nahdiyah, U., & Rohma, M. (2021). Model Moderasi Beragama di Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual, 5(4), 572-580.

Downloads

Published

14-09-2026

How to Cite

Talenta, G. Y., Pitana, T. S., & Warto, W. (2026). Ritual Bersih Dusun Dalam Perspektif Moderasi Beragama: Kajian Pada Masyarakat Dusun Dologan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 9(4), 25–41. https://doi.org/10.37329/kamaya.v9i4.5695