Sesontengan Sebagai Representasi Budaya dan Religius Dalam Upacara Yadnya di Desa Banyuatis

Authors

  • Gede Mahardika Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

DOI:

https://doi.org/10.37329/jpah.v10i2.5093

Keywords:

Sesontengan, Yadnya Ceremony, Oral Tradition, Ritual Language, Balinese Hindu Identity, Tri Hita Karana

Abstract

This research is motivated by the dynamics of ritual language use in the implementation of yadnya ceremonies in Bali, particularly in Banyuatis Village, amid the limited mastery of Sanskrit and Kawi mantras and the influence of modernization. In practice, the community continues to require a medium of religious communication capable of bridging theological understanding with the everyday experiences of devotees. Sesontengan, as a form of prayer in the Balinese language, emerges as a cultural and religious expression that lives within the community’s oral tradition. This study aims to analyze the role of sesontengan as a cultural and religious representation in yadnya ceremonies, examine its function as an alternative substitute for puja mantras, and explore its contribution to preserving Balinese Hindu identity. The method used is a descriptive qualitative approach with a perspective of the anthropology of religion. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies over a four-month period, involving temple priests (pemangku), banten makers, and traditional leaders as key informants. The findings indicate that sesontengan is not merely a ritual complement, but functions as a means of affirming the meaning of yadnya, a medium of transcendental communication, and a vehicle for internalizing ethical and spiritual values based on Tri Hita Karana. Furthermore, sesontengan serves as an adaptive strategy in maintaining the continuity of religious practices amid social change, while also strengthening the use of the Balinese language as a marker of cultural identity. This study concludes that sesontengan is a dynamic and contextual ritual practice that plays an important role in preserving religious values, social solidarity, and the identity of Balinese Hinduism in the modern era.

References

Achmad, A. R., Natasia, R., & Haliq, A. (2025). Revitalisasi Tradisi Lisan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal Di Era Modern. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 211-230.

Ardika, I. W. (2004). Pariwisata Bali: Membangun Pariwisata Budaya Dan Mengendalikan Budaya Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.

Ardiyasa, I. N. S., & Anggraini, P. M. R. (2021). Bentuk-Bentuk Sesapa Dalam Pelaksanaan Ritual Saṃskāra Di Desa Pedawa Buleleng Bali. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(3), 442-457.

Atmadja, N. B. (2010). Ajeg Bali: Gerakan, Identitas Kultural, Dan Globalisasi. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara.

Bawazzir, M. S., Mahyudi, J., & Aswandikari, A. (2023). Nilai-Nilai Budaya Tradisi Lisan Dalam Pertunjukan Jiki Hadara Pada Pernikahan Masyarakat Bima: Kajian Antropologi Linguistik. El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, 22(2), 231-252.

Brata, I. B., Rai, I. B., Rulianto, R., & Wartha, I. B. N. (2020). Pelestarian Warisan Budaya Dalam Pembangunan Pariwisata Bali Yang Berkelanjutan. Dalam Prosiding Webinar Nasional Peranan Perempuan/Ibu dalam Pemberdayaan Remaja di Masa Pandemi COVID-19. Denpasar: Universitas Mahasaraswati.

Budiadnya, P., & Adnyana, D. N. P. (2021). Nilai-Nilai Etika Dalam Yadnya Sesa Bagi Kehidupan Keseharian Umat Hindu Di Surakarta. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 26(2), 159-178.

Budiasih, N. M. (2019). Perwujudan Keharmonisan Hubungan Antara Manusia Dengan Alam Dalam Upacara Hindu Di Bali. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 14(1), 29-38.

Dewi, N. W. S. W. D., Mangadang, N. O., Saputra, K. E., Suartika, M., & Asmiywati, I. G. A. A. R. (2024). Identification of Tri Hita Karana aspect in Taro Village. Journal of A Sustainable Global South, 8(1), 9-15.

Dwipayanti, N. P. (2024). Revitalisasi Pembelajaran Agama Hindu Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Dan Tradisi Di Sekolah Dasar Nomor 1 Lukluk. JURDIKSCA: Jurnal Pendidikan Agama Hindu Mahasiswa Pascasarjana, 3(2), 74-85.

Erianata, H., Agustin, T., & Ghufroni, G. (2025). Peran Upacara Adat Dalam Kehidupan Masyarakat Bali. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12).

Fonseca, C. (2007). Review of The Interpretation Of Cultures: Selected Essays By Clifford Geertz. New York: Basic Books.

Fox, J. J. (1988). To Speak In Pairs: Essays On The Ritual Languages Of Eastern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.

Geriya, I. W. (2000). Transformasi Kebudayaan Bali Memasuki Abad XXI. Denpasar: Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Jaya, I. K. N. A., & Kiswara, K. A. T. (2025). Konservasi Mantram Sesontengan Dalam Aplikasi Android Sebagai Media Edukasi Etika Ritual. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 22(1), 47-58.

Jurdi, S., & Amiruddin, A. (2024). Analisis Peran Tradisi Lisan Dalam Pelestarian Identitas Budaya Lokal: Studi Kasus Pada Masyarakat Adat Di Indonesia. Journal Central Publisher, 2(3), 1692-1698.

Kariana, I. N. P. (2025). Komunikasi Ritual Dan Nilai Filsafat Dalam Upacara Mapag Rare di Dusun Pemunut Kabupaten Lombok Barat. Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat, 8(1), 11-20.

Mahardika, G. (2025). Balinese Hindu Religious Rituals As Practices Of Religious Ecology. Social Science and Human Research Bulletin, 2(12).

Narti, I. A. (2024). Teologi Tri Hita Karana Dalam Praktik Kehidupan Sosial-Ekologis Masyarakat Hindu Bali. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 5(1), 31-41.

Picard, M. (1996). Bali: Cultural Tourism And Touristic Culture. Singapore: Archipelago Press.

Purana, I. M. (2016). Pelaksanaan Tri Hita Karana Dalam Kehidupan Umat Hindu. Widya Accarya, 5(1).

Riskawati, E., Nensilianti, N., & Saguni, S. S. (2022). Degradasi Budaya Sastra Lisan Kelong Dalam Tradisi Lisan Masyarakat Jeneponto: Kajian Ekolinguistik. Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(3), 221-228.

Sari, N. M. D. (2024). Air Dalam Agama Hindu: Studi Tentang Konsep Agama Tirtha Di Bali. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 5(1), 124-132.

Simatupang, C., Purba, R. S., & Siringo-Ringo, E. G. (2024). Analisis Peran Tradisi Lisan Dalam Melestarikan Warisan Budaya Indonesia. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(4), 681-685.

Sunarti, N. K. (2024). Peran Api Dalam Tradisi Hindu Bali. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 5(1), 94-104.

Suriata, I. N., & Antara, I. W. (2022). Strategi Pemberdayaan Desa Adat Pada Era Globalisasi. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 60-66.

Suwija, I. N. (2025). Eksistensi Dan Tantangan Bahasa Bali Pada Era Globalisasi. Pedalitra V: Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(1), 59-75.

Wartayasa, I. K. (2018). Pelaksanaan Upacara Yadnya Sebagai Implementasi Peningkatan Dan Pengamalan Nilai Ajaran Agama Hindu. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 1(3), 186-199.

Wiana, I. K. (2007). Makna Upacara Dan Simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Wiratmaja, I. N., Suacana, I. W. G., & Sudana, I. W. (2021). Penggalian Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Bali Dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan. POLITICOS: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 1(1), 43-52.

Yozani, R. E., Firnayanti, E., Sari, M. N., & Mustaqimmah, N. (2025). Interpretasi Ritual Yadnya Sesa Di Desa Jambai Makmur Kecamatan Kandis. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 14(1), 90-102.

Yuniati, K. (2022). Komunikasi Transendental Dalam Pelaksanaan Upacara Tumpek Pengatag di Desa Banyuatis Kabupaten Buleleng. Maha Widya Bhuwana, 5(1), 57-69.

Downloads

Published

08-04-2026

How to Cite

Mahardika, G. (2026). Sesontengan Sebagai Representasi Budaya dan Religius Dalam Upacara Yadnya di Desa Banyuatis. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(2), 101–118. https://doi.org/10.37329/jpah.v10i2.5093

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.